PANTUN Bahasa Jawa 2 Baris Tentang Sekolah dan Pendidikan, Contoh Parikan Lucu Bisa Buat Referensi Belajar
Nama lain pantun dalam bahasa daerah kerap disebut dengan paparikan dalam Bahasa Jawa, paparikan dalam Bahasa Sunda, serta umpasa dalam Bahasa Batak. Pantun, umumnya terdiri dari empat larik, setiap larik terdiri atas 8 hingga 1 suku kata, sajak akhirnya berpola a-b-a-b serta bisa juga dalam pola a-a-a-a. Awalnya, pantun adalah sastra lisan
2. Pantun Adat Melayu. Suku bangsa Melayu merupakan salah satu ras dominan yang ada di Indonesia. Sampai sekarang, budayanya masih banyak yang melestarikan, termasuk dalam berpantun. Pantun turut tumbuh dalam perkembangan budaya Melayu. Tercatat, ada 5 jenis pantun Melayu yang dikenal masyarakat berdasarkan isinya yaitu adat, tua, muda, suka
1. Pantun Pendidikan Jangan Malas. Ada bocil mencari ayah. Pergi ke pasar bajunya basah. Sejak kecil malas dan payah. Nanti besar hidupnya susah. 2. Pantun Pendidikan Belajar Rajin. Air tajin dimakan kenari.
Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Ciri-ciri pantun yaitu: a) Tiap bait terdiri dari 4 baris atau 4 larik.
BUl35M.